Berita

Bank BPD DIY Salurkan Kembali KUR

Yogyakarta, 11 Mei 2016 – Bank BPD DIY kembali dipercaya oleh Pemerintah untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Ditunjuknya Bank BPD DIY sebagai bank penyalur KUR ditandai dengan peandatanganan Perjanjian Kerjasama Pembiayaan (PKP) yang dilakukan oleh Deputi Bidang Pembiayaan, Kementrian Koperasi dan UKM, Drs. Braman Setyo, M.Si dengan Direktur Utama Bank BPD DIY, Bambang Setiawan di Jakarta pada Selasa (10/05).

Bank BPD DIY merupakan salah satu  Bank Umum yang direkomendasikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai bank penyalur KUR karena kualitas pembiayaan/kredit Bank BPD DIY yang baik. Hal tersebut tercermin dari rasio Non Performing Loan (NPL) yang rendah sekitar 1%  jauh dibawah standar yang di persyaratkan oleh OJK. Selain itu, Bank BPD DIY juga telah berpengalaman dalam penyaluran kredit di sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Selain kualitas pembiayaan/kredit yang baik Bank BPD DIY juga telah memenuhi persayaratan teknis yang telah di tetapkan oleh Kementrian Koperasi dan UMKM diantaranya kesiapan teknologi informasi Bank BPD DIY yang telah memiliki online system data KUR dengan sistem informasi kredit program (SIKP) di Kementerian Keuangan.
 
Ditunjuknya Bank BPD DIY sebagai bank penyalur KUR akan semakin meningkatkan kontribusi terhadap pengembangan sektor UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang selama ini telah dilakukan oleh Bank BPD DIY sesuai dengan visi dan misi-nya.

Direktur Utama Bank BPD DIY, Bambang Setiawan menyampaikan bahwa pada tahap awal Bank BPD DIY  mampu menyalurkan kredit KUR sebesar Rp50 miliar.

“Dengan suku bunga 9 persen, kami yakin untuk tahap awal serapan kredit KUR bisa mencapai Rp50 miliar” ungkap Bambang

Bambang juga mengaku bahwa berbekal pengalaman dalam hal pembiayaan kredit mikro Bank BPD DIY telah memiliki pipeline usaha-usaha yang akan dibiayai dengan KUR. “Kami mempunyai nasabah-nasabah potensial yang dapat memanfaatkan dan memenuhi syarat pembiayaan dengan KUR” terangnya.

Bank BPD DIY akan menyalurkan KUR dalam dua kategori yaitu KUR mikro dengan plafon maksimal hingga Rp25 juta dan KUR Ritel maksimal hingga Rp500 juta, sedangkan jangka waktunya bisa sampai 5 tahun sesuai dengan tujuan penggunaannya.

Selain itu, seiring dengan harapan pemerintah untuk menerapkan suku bunga single digit, Bank BPD DIY telah merespon dengan baik dan telah melakukan penyesuaian suku bunga kreditnya. Khusus untuk kredit produktif komersil dengan plafon sampai dengan Rp5 miliar, Bank BPD DIY akan memberikan suku bunga mulai dari 9,75%.

Menurut Bambang Setiawan, langkah tersebut sesuai dengan visi dan misi Bank BPD DIY yaitu memberikan kontribusi dalam mendorong peningkatan ekonomi daerah. Menurutnya ditengah kondisi ekonomi yang belum pasti, penurunan suku bunga kredit tersebut diharapkan mampu memberikan stimulus terhadap dunia usaha sehingga mampu menggerakkan roda perekonomian baik di DIY maupun nasional.(ily)